Mobil melaju menuju kota singkawang.. waktu sudah menunjukkan jam 4.30, keadaan sedikit berawan.. perlahan tapi pasti kami susuri jalan.. terlihat kotapontianak yang masih padat dengan kesibukan, meskipun hari ini adalah hari sabtu. Masih dengan keramaian kulewati kota siantan, dan menghentikan sejenak waktu untuk beristirahat di sebuah restoran pinggir jalan. Jam sudah menunjukkan pukul 5.45, matahari di ufuk barat pun sudah mulai pelan2 menyembunyikan wajahnya. Setelah cukup menghilangkan rasa lapar, kami mulai lagi perjalanan menuju kota singkawang dengan sedikit cepat, karena mengejar festival lampion yang akan di adakan malam ini. Malam sudah tiba, pertama yang terlihat adalah kegelapan kota, kerena penerangan yang sangat kurang, tetapi dengan banyaknya orang2 yang berkumpul di sepanjang jalan, dan terlihat juga polisi yang berusaha mengatasi kemacetan kota, membuat kota ini terlihat sangat ramai di tambah dengan hiasan lampion sepanjang jalan juga menambah kemeriahan perayaan capgomeh kali ini. Kiranya kami sudah sampai di kota singkawang, kota tercinta yang terkenal juga dengan nama kota Seribu Kuil. Jam kini menunjukkan pukul 20.45 wib. Butuh waktu lebih dari setangah jam untuk kami mencari jalan, mencapai tengah kota dimana kita dapat memarkirkan mobilnya, dari banyak jalan yang di tutup. Mobil segera di parkirkan, tapi ternyata perarakan sudah berlangsung lebih dari setengah acara.
Akhirnya kami hanya bisa menikmati sisa2 dari festival perarakan lampion yang di akhiri dengan jalanan yg lenggang sesudah perarakan
dan kembali ke hotel untuk beristirahat.
Hari kedua adalah hari minggu, jam 9 pagi saya sudah ada di kuil tengah kota. Sudah terlihat hiruk pikuk orang2 yang menunggu atraksi dari para tatung yang tepatnya akan di pertontonkan pada hari senin pada perayaan capgomeh. Tapi di kota singkawang ini ada tradisi dimana sebelum perayaan festival capgomeh turun jalan, setiap tatung akan mengadakan penyembahan ke kuil2 tua yang ada di kota singkawang, 1-2 hari sebelum hari H.Dari pagi hari orang sudah berkumpul menunggu tatung yang kedatangannya secara berkala dan berkelompok, meskipun hari sangat menyengat, tak meluluhkan semangat penonton yang sangat antusias dengan festival ini
salah satu tatung mulai melakukan penyembahan ke kuil tengah kota
Buat saya setiap detik adalah sejarah, saya menggunakan kamera untuk menghentikan setiap kejadian dalam kehidupan. Menyukai kehidupan sosial dan alam. Berusaha untuk menghasilkan foto yang baik dari setiap kejadian yang tak akan pernah kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar